Sunday, 7 December 2014

Ikatan

Bercerita ataupun berbagi cerita kadang menjadi hal yang mustahil ketika siapapun memutuskan untuk tidak lagi berhubungan. Ada banyak alasan yang biasanya dijadikan batasan untuk tidak lagi menyapa. Dalam sedih, dalam senang, atau dalamnya saku celana training milik pegawai kantoran. Dan dalam waktu yang tak bisa dijumlah, dikali, atau dibagi dengan tetangga sebelah, siapapun bisa kembali saling mengingat dan kangen. Dan ketika itu terjadi, akan ada banyak ekspresi yang muncul. Sebal karena usaha untuk melupakan akhirnya batal hanya karena satu pesan sialan. Tertawa karena akhirnya ada yang kalah. Bangga karena itu bukan dia.

Tapi berhentilah berlangganan dengan standart yang itu- itu saja. Ini bukan tentang siapa yang kalah, siapa yang menang, atau siapa yang menjadi donatur tetap. Ini hanya tentang bagaimana mengambil keputusan. Itu saja sudah cukup.

Lusa, siapapun pernah menjadi cerewet, pendiam dan penuh tanda tanya. Pernyataan selalu ada langkah kedua yang penuh keyakinan akhirnya bisa terwujudkan dalam parodi ringan seusai jamuan makan malam. Bercanda, saling bertanya kabar dan banyak bicara. Sebuah sikap antusias tentunya diperlukan dalam hal itu, dan secara bergantian seperti permainan kelereng.

#
Hup
Setelah melewati jeda istirahat yang cukup membuat siapapun tersentak kaget, para peserta kudeta terbuka kini sudah mulai bersiap menjajaki tempat baru mereka. LOG SUN. Tempat dimana tak ada rute siang disana. Gelap, gelap dan gelap. Siapapun boleh meminjam lilin, obor, atau gengganman tangan dari pasangan untuk membantu menemukan jalan. Karena peraturan kali ini mewajibkan peserta untuk saling berpasangan. Ini seperti bernostalgia dengan sesuatu yang bahkan belum pernah terjadi. Tentang berpasangan, siapapun tidak boleh bebas memilih. Ini bukan seperti dalam acara pemilhan ketua osis disekolahmu, atau saat pesta demokrasi sedang asyik digelar di negaramu yang akan memberikan kebebasan untuk memilih. Karena ini sudah ditetapkan, maka tidak ada lagi kata protes dari jaksa penuntut.

###

Log sun
Bercerita mungkin akan menjadi kebiasaan. Seperti jari- jemari yang berusaha mengaitkan kancing baju yang rutin dilakukan setiap hari selain hari libur. Atau ketika dijam- jam tertentu, tanda sadar memeriksa handphone barangkali ada pesan dari saudara si pacar. Tapi menebak apa- apa yang sedang terjadi bukanlah hal yang ideal. Dan langsung mempersilakan siapapun melihat mungkin itu sebuah pilihan.


#
Dari sisi Rubik Diora dan Amora.





Thursday, 4 December 2014

PERSONA 3

Dengan ini saya beritahukan bahwa cerita saya tentang KUDETA TERBUKA akan saya ganti dengan judul PERSONA 3( sudut pandang orang ketiga yang sok tau). Sekian terimakasih.

Sebelum Pacaran, Baca ini dulu!

Dalam hidup yang agak konyol ini,  seringkali kita lupa pentingnya hal yang gak penting. Pacaran misalnya. Sejak zaman avatar masih maen kelereng, problematika berpacaran memang selalu aneh  dan unik untuk dibicarakan. Dan berdasarkan wejangan dari avatar, berikut adalah beberapa hal yang diperhatikan sebelum berpacaran. Cekicrit.!!

1. Pastikan kamu punya target, dan dia sejenis denganmu.

Cukup masuk akal. Bagaimana mungkin kiat pacaran sama onta? Atau sama kambing? Kata avatar itu gak baik lho. Dan akhir- akhir ini ada yang lagi ngetrend yaitu pacaran sama tulisan. Yup. ini adalah nasib para kaum LDR. Kasian.

2. Pastikan ada ritual tembak menembak.

Ini sebenernya lebih ke formalitas aja sih. Siapa tau kedepannya bisa pacaran sampai setahun lebih. Kan ada aniversarynya. Itu kan keren. Yakan? Ya kan?

3. Pastikan target menerima cinta elo.

Jelasnya. Kalau dia gak mau jadi pacar elo, ya jangan dipaksa. Karena sejahat- jahatnya memaksa adalah memaksa jadi pacar. Camkan itu. #kata avatar sambil ngemil aspal.

4. Pastikan nanti kalian mempunyai panggilan khusus.

Beb, mamah, papah, honey, bunny, swetty, bebek merry, pesek mancung, dan udah ah. pusing. Pokoknya kalo kalian pacaran jangan sekali- kali make nama itu. NGERI.

5. Siapkan hatimu ketika putus.

ce: "hallo beib"
co: " tumben jam 6 pagi nelpon. Ada apa beb?
ce: lho beib. ini kan jam 02.00 siang beib. aduh kok bisa sih beb, mending kita putus aja deh beib. soalnya jam kita beda.
co: "????????????????
#mission failed

Yupp, pacaran mungkin memang menjadi tradisi anak muda. Tapi selalu ada pilihan untuk siapapun. termasuk orang yang memang gak pacaran. Dari jenis ini mungkn ada dua tipe.
 Pertama. Dia yang memang berkomitmen untuk tidak berpacran. Meskipun ada aja yang ngajak pacaran dia tetep komitmen untuk tidak pacaran. Bagus sih. Semoga orang- orang ini diberi kekuatan. Amin..
Kedua. Dia yang memang gak ada niat buat punya pacar. Yah, namanya juga gak niat. Kalo dari niatnya udah gak ada gimana mau punya pacar?

Sedikit Hal Menyebalkan dari Ngopi


Sebagai kaum muda yang gaul, wangi dan harum melati, pastilah mengenal bahkan pernah NGOPI. Yupp, ngopi adalah sebuah acara anak muda atau orang- orang tua yang masih merasa muda yang disponsori oleh beberapa gelas kopi berikut cemilannya. kenapa ini disebut anak muda? Karena pada dasarnya anak muda adalah anak yang yang gak banyak acara. jadi mereka sok- sokan bikin acara biar keliatan punya acara. Gitu!

Tapi dalam berbagai kasus ngopi bareng, selalu ada hal menyebalkan yang mengiringi perjalanannya. Berikut ini beberapa hal yang menurut gue menyebalkan saat ngopi. cekicrit....!!!!


1. Ketika salah kopi

Dalam kasus ini mbak- mbak yang jualan kopi salah mengartikan kode morse kita. Kita pesennya kopi hitam, sama mbaknya malah dibuatin kopi ijo. Kita mintanya ditambah gula sedikit, mlaha sama mbaknya ditambah garam satu ton. kan gak etis. Tapi, ya mau gimana lagi? Sebagai maniak ngopi yang bertoleransi tinggi kita hanya bisa menerima ini dengan lapang dada. He'em. LAPANG DADA!

2. Ketika kelompok sebelah lebih rame dari kelompok kita.

Sebagaimana yang telah kami selidiki. Bahwa acara ngopi adalah acara ngumpul bareng plus ngerumpi. Yah, tapi apalah arti ngerumpi kalau pada kenyataannya kelompok sebelah jauh lebih rame dibanding kelompok kita. Yang ada kini tinggallah rasa dongkol yang bersemayam didada.

3. Ketika handphone mengalihkan duniamu.
 Ada banyak sekali hal- hal yang dapat mengalihkan dunia.Dan baru baru ini handphone menduduki tempat pertama. Sebagai masyarakat penjunjung tinggi acara ngopi bareng, gue turut prihatin melihat hal ini. Begini ceritanya.
gue; "jon, minggu depan bertamasya ke kutub utara yuk. bosan gue dirumah terus"
tmn 1: "#diam sambil main hape
gue; " #sabar .
gue: " bro, besok gue pinjem ps lo ya,?
tmn @: "#diam sambil mainhape
gue: #set set set # RASENNGGGAANNNNNNNN......!!!!!!!!!!!

4. ketika males.

Kalo ini sudah pasti.  Kalo lagi males emang gak bisa dipaksa. bawaannya pengen tiduran terus. ee malah diajak ngopi. ya jelas aja menyebalkan. ini mencederai hak asasi kemalasan manusia.


Sekian dulu yang bisa diceritakan. kalo ada yang mau nambahin boleh asal sudah mandi.
Mari hidupkan terus budaya ngopi bareng.

Monday, 17 November 2014

fiksi

Yuuppp,,, kata siapa menunggu itu membosankan. Menunggu itu tak semengerikan apa yang dikatakan pegawai kantoran.  Apalagi kalo kamu bisa bernyanyi, kamu akan senang menghabiskan waktu sendirimu.

Disini gue mau share lirik lagu ciptaanku sendiri,
Bercerita tentang cowok yang sedang mengenang pacarnya di suatu waktu. Sederhana mungkin,semua semua boleh berimajinasi tentang impiannya.

Judul : FIKSI
Pengarang : Saya sendiri

Ingatkanku tentang hari itu
ketika kita terhenti dipersimpangan jalan
mengingatkanku sebuah
perayaan tahun baru dua tahun lalu

Ingatkanku di hari terakhir
di detik terakhir di tahun itu
melihat dari jauh
pesta kembang api di dua tahun lalu

reff
aaaaaaaaaa....
Tak ada yang tersisa
keindahan yang ada dan hilang
aaaaaaaaaa....
Tetap ada yang tersisa
Seperti semua tawa yang tercipta

Ingatkanku di hari terakhir
di detik terakhir di tahun itu
ingatanku di dua tahun lalu

back to reff
intro
reff

Sederhana banget memang. Tapi, bisa dinikmati dan keren.seriuss....

Tuesday, 4 November 2014

Seterusnya

Berikutnya, dengan sedikit kenyang di perut, dan malas yang jadi penyemangtnya, mari siapapun dengarkan cerita dari yang masih tersisa.

Rubik Diora
Bercerita. Sebenarnya aku sedikit terkejut mengetahui bahwa kompetisi ini hanya menghasilkan cerita. Meski aku tidak menyukai peraturan, aku tetap akan mematuhinya demi apa yang aku igninkan. Aku Rubik Diora berada disisi selatan. Udara yanga sangat dingin dimanapun. Bahkan dengan baju robot yang aku pakai, aku masih membutuhkan panas tambahan. Tapi aku tahu, satu- satunya hangat yang ada di tempat itu hanya aku sendiri. Besarnya keinginan yang ada dalam dirikulah yang menjaga aku tetap hangat.

Kau tahu, tak banyak yang bisa aku nikmati di tempat itu. Semua yang ada tampak dingin, diam dan membeku. Menyaksikan butiran es yang menciptakan koloni tak terputus di samping kiri, kanan, depan, dan belakang.

Menyaksikan tempo yang seirama dan luas, aku jadi ingat dan ingin mengulang banyak hal. Masa lalu yang menurut aku sendiri gagal. Dan kisah bagaiman aku mendapat baju robot ini. 

Aku bukanlah seperti yang terlihat. Aku terlahir dengan nam Eland, dan Panel Loyal bukanlah tempat asalku. aku berasal dari tempat yang disebut Panel Kotak, tempat sejenis Sano tinggal. Aku menghabiskan banyak waktu disana, di tempat yang banyak memberiku hal dan kenangan. Dulu aku pernah didaulat menjadi yang populer. Lama aku mempelajari banyak hal untuk memenuhi standart bakat yang yang dibebankan padaku. Aku berusaha sebisa mungkin demi harapan dari masyarakatku. Sampai suatu ketika ada sesuatu yang menggagalkan takdirku.

Dan karena kegagalanku, aku dipindah ke panel loyal. Dan sebagai kesepakatan aku diberi baju robot demi menyembunyikan identitas asliku. Sebagai populer yang gagal.

Dan sekarang , setelah semua yang ku lewati, aku hanya ingin melakukan sesuatu dengan caraku.

Yuup.. Pengakuan yang sah- sah saja dilakukan oleh Rubik Diora, tentang hal yang sekaligus membantah asumsi yang selama ini beredar. Siapapun boleh terkejut, membuka mulut, dan mengernyitkan dahi. Dan satu pertanyaan untuk satu rasa penasaran, sudahkah kamu mencucui baju robotmu?

............

Sedikit sunggingkan senyum untuk jam yang sedikit telat. Berlari mungkin bisa menjadi solusi sebelum pintu gerbang sekolahmu ditutup ketika pukul 07.00 tepat. Ambil nafas panjang untuk sebuah pembaharuan, dan mari siapapun dengar cerita nikita dari kejauhan.

Hai, kalian apa kabar? Kalian sudah tahu namaku kan? Tak apa, aku tetap akan memperkenalkan diri. Namaku Nikita dari jenis Elgrand Framly. Salam kenal dari ku.
Seperti yang sudah diputuskan, aku berada disisi timur yang memiliki musim semi. Udara yang hangat dan cocok untuk melakukan sesuatu. Daun mulai tumbuh dan berwarna hijau. Kupikir ini sama seperti aku. Ya, kupikir begitu. Kalau dibandingkan yang lain, jenisku adalah yang paling baru disini. Dan karena itu, mewakili jenisku aku mengucapkan terimaksih untuk apresiasi yang diberikan kepada kami, jenis Elgrand Framly yang telah diberi keistimewaan berupa perlakuan yang sama oleh masyarakat panel. 

Kehadiranku disini mungkin belum terlalu penting. Berawal dari ketidakpahamanku tentang kenapa aku terpiih menjadi pendamping Sano mengikuti kudeta terbuka. Menjalani fase bahwa aku malah menjadi perserta kudeta terbuka yang sah. Sampai akhirnya aku ragu dengan tujuanku ada di kompetisi ini. Mungkin aku tidak memiliki selera untuk sebuah kompetisi. Dan apa kompetisi ini penting untuk aku ikuti? Kalau aku bisa memilih, aku lebih senang menjadi penonton dan tidak melakukan apapun.

Tapi, ini adalah peraturan. Dan peraturan dibuat untuk ditaati kan? Benar saja, daripada aku berdebat dan menjadi penentang, aku lebih suka mengikuti aturan yang ada. Bukannya mau repot, aku hanya ingin melakukan sesuatu dengan cara yang mudah. Tidak salah kan?

Sebenarnya ada banyak level tentang kata repot. Dan kadang jongkok menjadi lebih merepotkan bagi siapapun yang bertubuh besar daripada harus membersihkan rumah sendirian. Dan kehadiran teman baru mungkin akan menambah semangat bagi siapapun untuk kembali menyimak cerita dari Sano. Bagi siapapun, selamat menikmati.

Aku Sano. Meski aku memiliki rentang ingatan yang pendek, aku akan bercerita. Aku berada disisi utara yang memiliki musim hujan. Tempat yang menyenangkan untuk mengingat masa lalu. Seandainya tidak ada peraturan dan aku masih bersama Nikita, mungkin aku akan dengan senang hati berbagi cerita denganya. Kau tahu, hujan selalu memberi tempat yang luas untuk berbagi, bahkan sesempit jalan menuju masa lalu. Dan keika aku tak seperti sekarang dan masih di Panel Kotak. Mengingat ketika aku masih memiliki banyak teman sejeniskuyang menyenangkan untuk diajak bicara, melakukan sesuatu, dan hal- hal menyenangkan. Tak ada norma yang membatasi, kami melakukan apa yang ingin kami lakukan. Asal kami senang, kenapa tidak. Tapi, selalu ada alur kejutan dari dari tiap sesuatu. 

Berdasarkan kesepakatan aku yang akhirnya terpilih menjadi yang populer harus rela melepas semua ikatan pertemanan.Semuanya tanpa terkecuali. Meninggalkan banyak kebiasaan yang menyenangkan. Itu sangat sulit bagiku. Aku sangat tidak menyukai kesendirian, dalam hal apapun. Apalagi ketika aku dikirim ke Panel Kolom, tak ada yang menyenangkan disana karena aku hanya berlatih untuk bakat yang harus aku punya.

Dan ditengah keputusasaanku  tentang sebuah pertemanan, sebuah jalan akhirnya ada. Aku diikutkan dalam acara kudeta terbuka. Sejujurnya ini sangat meyenangkan bagiku. Betemu dan berpasangan denga Nikita, mendapatkan rekan bersaing seperti Rubik Diora dan Amora, aku seperti menemukan diriku kembali. Tapi, lagi dan lagi, perubahan menggagalkan kesenanganku, dan aku harus kembali melakukanya sendiri.

Dan setelah sampai disini, aku ingin mengulang permintaanku yang belum tersampaikan. Aku ingin berteman dengan kalian. Dan apapun itu, aku ingin melakukannya dengan cara yang menyenangkan.


Siapapun boleh mendengarkan sambil makan, berdandan, atau mengusap keringat dengan tissu kiloan. Dan ketika siapapun mengulurkan tangan untuk sebuah pertemanan, segera sambut dengan pelukan hangat sambil berjabat tangan. Lupakan sendok yang belum tercuci, atau gelas yang masih tertinggal di ruang tamu. Siapapun butuh pintu yang selalu terbuka, dan senyum simpul yang ada didalamnya. Selamat berteman dengan siapapun.

Monday, 3 November 2014

Yang Pertama

Satu kalender, dua kalender, tiga kalender, dan terus berlanjut sampai jam makan malam ke seratus sejak kudeta terbuka ini dimulai. Apa yang sudah dilalui? Apa yang masih tertinggal? Apa yang harus dibuang? Apa yang harus di perjuangkan? Sampai hidangan makan malam ini habis di penghujung seratus kalender, ini akan tetap menjadi rahasia. Dan sebagai penunggu yang baik, siapapun tidak boleh protes dengan proses yang berlangsung.

2 kalender kemudian............

Lupakan seberapa jauh kita menunggu, lupakan kalori yang terpaksa terbuang percuma, karena kabar gembira bahwa satu per satu peserta sudah sampai di pusat log track. Siapkan telinga untuk cerita dari empat musim berbeda. Siapkan kopi, tissu, dan banyak cemilan agar ini tak jadi membosankan. Dan belajar menjadi pendengar yang baik, karena siapapun tidak akan tahu keistimewaan apa yang diperoleh dari mendengar. Seperti dalam acara reuni teman sekelas, dalam acara talkshow, atau dalam acara ngopi bareng.

Dengan kerendahan kaki, kebersihan tangan selesai dicuci, dan bau wangi parfum favorit di pergelangan nadi, mari siapapun dengarkan cerita dari rekan Amora.

Aku Amora. Berdasarkan kesepakatan aku berada disisi barat. Yang terlihat, disana daun- daun berwarna kuning kemerahan. Ya, disana mempunyai musim gugur. Musim dimana semua daun akan jatuh. Menutupi sebagian bahkan seluruh permukaan yang ada disana. 
Kulangkahkan kaki kiriku. Itu karena aku kidal. Berusaha seringan mungkin melewati daun daun dibawahku. Dan sesering mungkin aku mengucap ma'af atas apa yang sudah dan belum aku lakukan. Juga ketidaksopananku memperlakukan mereka yang hanya sebuah daun. Aku benar- benar takut menyakiti apa yang aku injak. 

Disana, aku seperti berjalan dalam mesin opera. Waktu seperti tak berjalan. Hanya mengisahkan beberapa elemen kering yang bahkan tanpa komunikasi. Daun- daun berserak yang memamerkan siluet siluet kering sejauh yang terlihat. Menangkap yang bisa ku tangkap, dan menjatuhkannya lagi. Dan mengulanginya lagi. Itu demi menjalin perkenalan dengan mereka yang hanya sebuah daun. Dan apa salahnya dengan daun?

Kau tahu, ada berapa banyak pengorbanan disana. Jika setiap daun yang jatuh adalah sebuah pengorbanan, maka adakah angka yang akan menyamainya? Dan bagaimana dengan pengorbanan - pengorbanan yang ada sebelum aku ada di dunia panel ini? Entahlah. Entah bagaimana aku mulai ada di dunia panel ini. Aku merasa ada banyak sekali emosi yang lahir bersamaan dengan lahirnya aku dan jenisku. Beberapa rasa sakit, beberapa sebuah harapan, perasaan senang, dan yang lain yang aku belum bisa mendiskripsikannya. Bagaimana aku dulu menjadi yang terpilih untuk mendampingi rubik diora mengikuti kudeta terbuka, sampai akhirnya karena sebuah perubahan aku ikut menjadi perserta.

Tapi, aku tak harus memikirkan hal yang sudah berlalu kan? Baik atau buruk, aku hanya ingin melakukannya dengan cara yang benar. Mulai sekarang.

Sebenarnya ada banyak hal yang harus disyukuri. Termasuk ketika siapapun tidak mengerti apa yang dimaksudkan. Tapi, justru hal itulah yang membuat siapapun saling mentertawakan, saling protes, saling cemberut, dan saling berbagi ekspresi. Itu lebih lucu dari pesan facebook yang tidak dibalas. Mari siapapun, tepukkan tangan kalian untuk ketidakpahaman  ini, dan mari saling mentertawakan.