Saturday, 2 May 2015

Untitled!

Ya. beberapa puluh kilo meter lagi aku akan sampai di tempat yang kita sepakati. Kurasa lapar kali ini tak akan lagi menghalangiku. Mengingat akan ada banyak objek yang akan kita kunjungi setelahnya nanti. Seharusnya kau membawa banyak bekal makanan untuk mu, dan juga untuk aku. Aku memang pria yang mudah lapar.

Kurasa perjalananku kali ini diwarnai dengan adegan melankolis. Sedikit memikirkanku diriku sendiri yang yang jarang makan banyak akhir- akhir ini. Sejujurnya ini bukanlah kebiasaanku dalam hal makan- memakan. Porsi besar adalah favoritku, meski selalu mendapat komplain " kok ora lemu lemu leh le le". Mungkin aku harus banyak berlatih atau bertanya kepada  kakak senior tentang bagaimana caranya menjadi "lemu". Lupakan.

Beberapa dorongan dari keluarga, sanak saudara dan juga saudagar kaya dari negeri sebelah, untuk segera memiliki "kadal terbang" harus bisa aku antisipasi untuk kembali memikirkan jalan lain. Seperti cita- cita yang menunggu untuk aku jemput, atau aku harus segera meminang seorang anak orang. Aku harus berkata ini pilihan yang sulit untuk aku kerjakan saat ini, karena pada kenyataannya aku tidak memiliki seorang gadis. Jadi, satu- satunya pilihan yang harus aku lakukan adalah mulai mengejar cita- cita. Terdengar klise dan sangat menganggu selera makan.

Dimana pertama kali kau merasa lucu dengan semua yang kau kenakan? Jawaban sederhananya adalah di depan cermin. Disana, siapapun bisa menertawakan dirinya sendiri dengan gaya bebas. Dan setelahnya siapapun akan berganti dengan kostum ultraman. Taaa raaaaaa.

Soal bagaimana ketika siapapun diragukan tentang kemampuanya mungkin itu sudah biasa. Siapapun sering mengalaminya dan bahkan kadang melakukannya pada orang lain. Seperti pepatah " habis makan terbitlah kenyang". Sangat tidak nyambung dan gak sopan.

Mudah- mudahan perjalananku ini menemui titik terang. Tuhan, mudahkanlah jalanku ini.

Lalu bagaimana dengan kabar temanmu itu?
Oohh, mungkin dia sedang menikmati makan malamnya. Dan tolong ingatkan dia jangan sampai lupa minum setelahnya.

Perjalanan yang akan melelahkan dan pastinya akan bikin lapar. Dan yang terpenting adalah, perjalanan ini akan aku hadiahkan untuk seseorang.

Saturday, 25 April 2015

Bagaimana?

Sedikit tersenyum mungkin bisa menjadi obat untuk flu yang sedang meraja. Meski tidak secara ajaib akan menghilangkannya, setidaknya wajahmu yang berantakan itu, bisa terlihat lebih unyu- unyu. meski tetap saja tidak terlalu menawan. Lupakan soal sakit yang kadang tanpa segan menghampiri. Dalam cuaca yang sulit seperti ini, siapapun hanya butuh lebih banyak selimut untuk teman.

Dan apa kabar teman ku? Setidaknya aku selalu bertanya tentang mu dalam ketidaksibukanku. Tenang saja, aku tak mengharap timbal balik dari toleransiku mengenai penanya yang baik. Ketika kita bicara bareng, kamu tak perlu repot menyiapkan list pertanyaan untuk nantinya kau tanyakan padaku. Itu yang menjadi urusanku.

Sepertinya, akhir- akhir ini, aku merasa tak harus melakukan apapun. Seperti ketika keikutsertaanmu untuk lomba porseni sekolah dasar yang mewajibkanmu untuk sibuk berlatih, atau ketika beban kreditan sepeda motor yang harus segera dibayar sebelum jatuh tanggal mainnya. Semua berjalan baik, meski menyebalkan. Dan sebagai ganti rasa kangen yang kadang mengusik saku celana levi's mu, sedikit kepo tentang "apa yang sedang kamu pikirkan" mungkin bisa membalas rasa ingin tahu. Sekaligus menambah semangat untuk kembali tertidur pulas semalaman nanti.

Beberapa hari berlalu, minggu juga ikut serta, bulan dan tahun yang cuma ikut- ikutan saja, mendadak menjadikan seseorang menjadi seseorang. Maksudku, tanpa sadar, siapapun kita akhirnya terbentuk menjadi individu yang memang kita inginkan. Tidak usah saya kasih contoh, karena ujung- ujungnya contohnya itu, banyak.

Dan kadang, sebagai penutup sebuah hal keren yang bisa dilakukan, sedikit tepuk tangan mungkin akan menambah semangat untuk mengulangnya lain waktu. Terimakasih. Semoga kalian cepat sembuh.


Monday, 2 February 2015

Tentang sesuatu.

Apa saja boleh, asal kita mau bertanggung jawab dengan hidup kita sendiri. Berpendapat dan menilai baik pencapaian sendiri itu sangat tidak wajar kan?

Kali ini gue mau cerita, maaf sebelumnya karena ini akan membicarakan teman. Yah, tidak apa, gue juga manusia biasa, gue harus melakukan kesalahan, karena gue memang ada bukan untuk sempurna.

Menurutku dia biasa saja. Ya, memang seperti itu penilaianku terhadap orang. Tapi ketika mendengar dia bercerita tentang apapun di hidupnya, kenapa kesanya agak berlebihan. Mungkin malah sangat berlebihan. Ketika dia beli gadget baru yang menurutku biasa saja, tapi menurut argumen dia, gadgetnya lah yang terbaik. Mungkin itu sebuah bakat, bakat untuk sekedar terlihat diantara yang lain. Dan gue gak punya bakat seperti ini.

Lagi. Ada orang yang ketika meminta saran, terus kitanya ngasih saran, tapi dia nya malah membantah saran kita. Kadang gue juga bingung, ini orang maunya apa sih? Yah, kalo dia memang udah tau apa yang harus dilakukan, mending kan gak usah minta saran ke orang lain. Aneh. Dan gue gak punya jiwa seperti ini, meski gue sudah tau sesuatu, ketika ada orang ngasih saran, dengan hikmat gue mendengarkan.

Terus ada orang yang rela berbohong agar terlihat tahu, pernah atau bahkan agar terlihat pintar. Menyedihkan memang. Tapi setelah melihat berbagai faktor masa kecil mereka, mereka sebenarnya melakukan itu untuk pertahanan diri. Mereka kesepian dan akan melakukan apapun untuk diakui di lingkungannya. Gue gak pengen seperti ini, dan gue memang gak seperti ini. Dari dulu gue tiddak pernah berjuang.

Terlihat dan tenggelam.
Apa sebenarnya hidup ini?
Untuk apa aku ada?
 Kenapa aku tidak pernah seperti itu?
Aku tidak pernah berjuang . Aku tidak pernah memulai pembicaraan. 
Tidak pernah meminta sesuatu. Tidak pernah mengizinkan orang tahu tentang apa dan siapa diriku.
Apa aku salah?
Aku cuma merasa tidak ada yang perlu dibanggakan dalam hidup ini.
Entahlah, tapi aku melihat tak ada yang bisa dibanggakan.
Dan apa aku yang tak bisa berbangga.


Aku memang selalu terlambat.

Friday, 30 January 2015

Beheaving badly

Seperti yang sudah- sudah, film humor dengan sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama memang lebih terkesan apik. Tidak banyak yang pernah saya lihat, salah satunya adalah beheaving badly. Dengan tema pokok menceritakan tentang seks dan remaja. Tentang apa yang mungkin terjadi setelahnya, serta sedikit pelajaran tentang pentingnya keluarga.

Dengan plot yang sempat bolak- balik, mungkin akan sedikit membutuhkan imajinasi kalian untuk merangkai kembali alur ceritanya. Ada baiknya kalau ingin nonton film ini siapkan tissu. karena mungkin akan membuat kalian berkeringat. hahahaha

Sunday, 25 January 2015

Friends? Yes.

Kupikir ada banyak yang bisa kuceritakan. Maaf sebelumnya untuk beberapa hal yang memang diluar kendaliku. Manusia memang tempatnya salah, dan aku salah satunya. Itu satu- satunya yang bisa disebut kebiasaan alami.

Aku, tepatnya namaku yang pastinya kalian sudah tau tanpa aku sebut, merasa sangat beruntung megenal kalian. Aku hanya bisa percaya bahwa itu adalah takdir. Yah, begitulah menurutku.

Waktu yang tak bisa aku hitung, Entah apa yang membuat kalian mengajakku bermain waktu itu. Yang aku sadari, aku hanya bocah cupu dan sedikit bisa bermain gitar. Aku malu harus mengakui, bahwa kalian keren. Sebut saja itu adalah sebuah penghargaan yang berharga dimasa (yang kata guru alis tebal) keemasan. Bahkan sampai sekarangpun kita harus masih merasakannya kan. Masa keemasan yang masih jauh dari kata berakhir.

Kita hanya bertiga ketika di studio music. Adapun akan terasa aneh jika itu ditambah. Semacam perasaan terganggu dan tidak begitu nyaman satu sama lain. Dan yang aku ingat itu sangat tercermin dari ekspresi wajah kalian. Ada juga orang yang dengan suka rela mundur karena menurutnya kemampuan yang gak sepadan. Dan itu membuat kita saling tertawa. Apanya? Karena kita sendiri menyadari bahwa kita bukan anak dengan skill istimewa. Bahkan kami dibawah rata- rata. Kami hanya tau apa yang harus dilakukan. Yang penting jalan. Dan satu lagi, sering banget waktu ngejam kalo gak ada vokalnya, jadi kita bertiga nyanyi dalam hati masing- masing. Dan anehnya itu nyambung sampai pol. Setelahnya kita saling pandang dengan senyum puass. Itu sangat melegakan kawan. #nextsong

Koder Pavelino. Yap, dia ngefans banget sama Eno Netral. Dengan model rambut mohawk setiap saat membuat dia tampak garang. Hahahahahaha.
Ganyong and the gank. Pemegang tahta basisi tak tergantikan.Ketika punya anak nanti dia ingin memberi nama anak pertamanya Melody, anak kedua Basita, anak ketiga entahlah, mungkin yang berhubungan dengan drum atau apalah.
Dan saya sendiri tukang listrik. hahaha

Yah, meski aku memutuskan untuk berhenti karena beberapa alasan, semoga kalian tidak kecewa dengan ini. That is all and thank you.


Monday, 19 January 2015

Happy birtday

 Yapp, berikut ini adalah lagu ciptaanku . Bercerita tentang dua orang yang lama terpisah. Dan secara wajar mengucapkan selamat ulang tahun ke orang itu. yah namanya juga pernah suka..Yah terserah lah,,,



#
Happy birthday
Happy birthday
Happy birthday
Happybirthday to you

Hari ini aku ingat satu hal
seperti sifat kekanak- kanakkan
dan hari ini kau juga pasti mengingatnya

back to #

Aku terkesan egois
seperti apapun itu
yang datang dan pergi dihari kelahiranmu

*
Akan selalu ada doa yang terucap
ketika kita tak bisa saling melihat
ketika kita tak lagi berteduh di langit yang sama
aku ada, dan mengingat hal apapun

back to #

Sunday, 18 January 2015

Cerita Gagal

Percayakah kamu kalau semua hal yang ada di masa patut ditertawakan? Ada banyak lokasi yang sudah tidak mirip lagi dengan apa yang dulu pernah kau lihat. Beberapa adalah cidera tak serius, dan yang lain pelanggaran tak bertuan. Semua yang ada dan pernah dimiliki. Dipikirkan dan juga pernah dianggap sebagai kepunyaan. Yah, apapun itu kau boleh menyimpannya sampai bosan.

Dan cekk.....

Gue gak sedang bercerita sekarang wahai saudaraku. Angin yang membawaku sampai di depan papan qwerty dan menunaikan tugas sebagai pemboros. Apalagi? Selain boros waktu, yang gue lakukan saat ini juga boros uang. Selain itu, ini adalah hal seru yang bisa gue lakukan kalo lagi senggang. Yang sebenarnya hidup gue gask sibuk- sibuk amat.

Wahai saudaraku,
Pertama, pernahkah kamu merasa gagal dalam hal apapun? Nilai ulangan jelek? Tidak bisa masuk group paduan suara? Atau gagal menjadi cover boy ? Percayalah tidak ada yang sehebat Tukul Arwana dalam hal ini. Kembali ke soal gagal. Gagal. Emmmm gagal ya? Oke oke oke gagal kan? Iya iya iya, dari tadi kan kita bahas soal gagal kan? Iya gagal. Gagal. Dan memang gagal sih. Tuh kan gagal beneran. yeelah, gagal lagi.

Yepp, satu hal yang bisa dipelajari dari cerita diatas adalah ketika kita memutuskan untuk membuat cerita gagal, maka tak akan pernah ada cerita.