Friday, 30 January 2015

Beheaving badly

Seperti yang sudah- sudah, film humor dengan sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama memang lebih terkesan apik. Tidak banyak yang pernah saya lihat, salah satunya adalah beheaving badly. Dengan tema pokok menceritakan tentang seks dan remaja. Tentang apa yang mungkin terjadi setelahnya, serta sedikit pelajaran tentang pentingnya keluarga.

Dengan plot yang sempat bolak- balik, mungkin akan sedikit membutuhkan imajinasi kalian untuk merangkai kembali alur ceritanya. Ada baiknya kalau ingin nonton film ini siapkan tissu. karena mungkin akan membuat kalian berkeringat. hahahaha

Sunday, 25 January 2015

Friends? Yes.

Kupikir ada banyak yang bisa kuceritakan. Maaf sebelumnya untuk beberapa hal yang memang diluar kendaliku. Manusia memang tempatnya salah, dan aku salah satunya. Itu satu- satunya yang bisa disebut kebiasaan alami.

Aku, tepatnya namaku yang pastinya kalian sudah tau tanpa aku sebut, merasa sangat beruntung megenal kalian. Aku hanya bisa percaya bahwa itu adalah takdir. Yah, begitulah menurutku.

Waktu yang tak bisa aku hitung, Entah apa yang membuat kalian mengajakku bermain waktu itu. Yang aku sadari, aku hanya bocah cupu dan sedikit bisa bermain gitar. Aku malu harus mengakui, bahwa kalian keren. Sebut saja itu adalah sebuah penghargaan yang berharga dimasa (yang kata guru alis tebal) keemasan. Bahkan sampai sekarangpun kita harus masih merasakannya kan. Masa keemasan yang masih jauh dari kata berakhir.

Kita hanya bertiga ketika di studio music. Adapun akan terasa aneh jika itu ditambah. Semacam perasaan terganggu dan tidak begitu nyaman satu sama lain. Dan yang aku ingat itu sangat tercermin dari ekspresi wajah kalian. Ada juga orang yang dengan suka rela mundur karena menurutnya kemampuan yang gak sepadan. Dan itu membuat kita saling tertawa. Apanya? Karena kita sendiri menyadari bahwa kita bukan anak dengan skill istimewa. Bahkan kami dibawah rata- rata. Kami hanya tau apa yang harus dilakukan. Yang penting jalan. Dan satu lagi, sering banget waktu ngejam kalo gak ada vokalnya, jadi kita bertiga nyanyi dalam hati masing- masing. Dan anehnya itu nyambung sampai pol. Setelahnya kita saling pandang dengan senyum puass. Itu sangat melegakan kawan. #nextsong

Koder Pavelino. Yap, dia ngefans banget sama Eno Netral. Dengan model rambut mohawk setiap saat membuat dia tampak garang. Hahahahahaha.
Ganyong and the gank. Pemegang tahta basisi tak tergantikan.Ketika punya anak nanti dia ingin memberi nama anak pertamanya Melody, anak kedua Basita, anak ketiga entahlah, mungkin yang berhubungan dengan drum atau apalah.
Dan saya sendiri tukang listrik. hahaha

Yah, meski aku memutuskan untuk berhenti karena beberapa alasan, semoga kalian tidak kecewa dengan ini. That is all and thank you.


Monday, 19 January 2015

Happy birtday

 Yapp, berikut ini adalah lagu ciptaanku . Bercerita tentang dua orang yang lama terpisah. Dan secara wajar mengucapkan selamat ulang tahun ke orang itu. yah namanya juga pernah suka..Yah terserah lah,,,



#
Happy birthday
Happy birthday
Happy birthday
Happybirthday to you

Hari ini aku ingat satu hal
seperti sifat kekanak- kanakkan
dan hari ini kau juga pasti mengingatnya

back to #

Aku terkesan egois
seperti apapun itu
yang datang dan pergi dihari kelahiranmu

*
Akan selalu ada doa yang terucap
ketika kita tak bisa saling melihat
ketika kita tak lagi berteduh di langit yang sama
aku ada, dan mengingat hal apapun

back to #

Sunday, 18 January 2015

Cerita Gagal

Percayakah kamu kalau semua hal yang ada di masa patut ditertawakan? Ada banyak lokasi yang sudah tidak mirip lagi dengan apa yang dulu pernah kau lihat. Beberapa adalah cidera tak serius, dan yang lain pelanggaran tak bertuan. Semua yang ada dan pernah dimiliki. Dipikirkan dan juga pernah dianggap sebagai kepunyaan. Yah, apapun itu kau boleh menyimpannya sampai bosan.

Dan cekk.....

Gue gak sedang bercerita sekarang wahai saudaraku. Angin yang membawaku sampai di depan papan qwerty dan menunaikan tugas sebagai pemboros. Apalagi? Selain boros waktu, yang gue lakukan saat ini juga boros uang. Selain itu, ini adalah hal seru yang bisa gue lakukan kalo lagi senggang. Yang sebenarnya hidup gue gask sibuk- sibuk amat.

Wahai saudaraku,
Pertama, pernahkah kamu merasa gagal dalam hal apapun? Nilai ulangan jelek? Tidak bisa masuk group paduan suara? Atau gagal menjadi cover boy ? Percayalah tidak ada yang sehebat Tukul Arwana dalam hal ini. Kembali ke soal gagal. Gagal. Emmmm gagal ya? Oke oke oke gagal kan? Iya iya iya, dari tadi kan kita bahas soal gagal kan? Iya gagal. Gagal. Dan memang gagal sih. Tuh kan gagal beneran. yeelah, gagal lagi.

Yepp, satu hal yang bisa dipelajari dari cerita diatas adalah ketika kita memutuskan untuk membuat cerita gagal, maka tak akan pernah ada cerita.

Wednesday, 17 December 2014

Sepasang, mungkin!

# Dari sisi Rubik Diora danAmora

Membuka jendela baru dan mulai menemukan tempat yang layak. Seperti pepatah yang bisa saja berisi sebuah kebohongan. Atau sistem kepercayaan yang masih saja menyisakan pertanyaan. Semua yang ada dan pernah ada. Semua yang baru mulai dan yang pernah memulai. Dan semua yang belum waktunya untuk diceritakan. Siapapun mungkin pernah tersesat dalam perjalanan mencari toko buku, dalam mencari loket pembayaran, atau dalam mencari rumah teman. Hemmm, ini hanya tentang bagaimana menemukan.

Bicara perihal bergandengan, mungkin tidak berlaku utnuk mereka berdua. Karena seperti yang terlihat mereka hanya berjalan beriringan. Rubik Diora berada di depan, sedangkan Amora mengikuti dengan sopan satu langkah dibelakangnya. Dengan bantuan GPS LAMP yang menjadi penerang sekaligus alat yang akan menuntun mereka pergi. Ibarat sebuah wisata, gps lamp adalah pemandunya. Semoga tidak terlalu buruk untuk dijadikan pedoman.

Dan sedikit penjelasan mengenai gps lamp mungkin akan berguna bagi siapapun yang ingin. Gps lamp adalah sebuah alat yang dibuat khusus untuk hal ini. Berbentuk bulat sebesar buah apel, dilengkapi kamera sistem suara, cahaya, waktu, peta, dan yang terpenting alat ini bisa terbang. Sebuah alat dengan standart yang aduhai yang bisa ditemukan di eranya. Dan persoalan mengenai siapa pembuatnya, itu sangat tidak penting dibahas. Itu tak ubahnya seperti jumlah like di status facebook yang tak siapapun peduli.



Rubik Diora dan Amora masih berjalan ringan disebuah lorong dengan bantuan sinar dari gps lamp. Amora yang tampak sibuk mengamati apapun di sepanjang kiri kanannya. Seperti tumpukan artefak- artefak lawas dan juga relief- relief yang terukir di dinding. Itu yang kadang membuat dirinya sesekali tertinggal dari pasangannya, Rubik Diora. Dan berakhir dengan peringatan ringan dari Rubik Diora yang memintanya segera bergegas.

Rubuk Diora: " apa yang membuatmu terlihat sibuk dari tadi, Amora?"

Dengan wajah tanpa ekspresi yang sekaligus memperdalam perannya yang tidak menyukai sikap Amora.

Amora: "Maaf, ini tak seperti biasanya, tapi, relief itu benar benar hidup, atau paling tidak dia mempunyai cerita,"

Rubik Diora: " Aku tak perlu tau tentang apa yang ada dipikiranmu.?"

Amora: "  Siapa tau itu akan berguna nantinya?"

Gps lamp: 'Itu masih sebagian kecil dari apa yang ada di sini. Tempat ini dulunya adalah sebuah peradaban kaum LAMBOIS lama. Tapi, mereka punah dalam perang saudara berjuta- juta tahun kalender yang lalu. Dan hanya kalian yang tau tentang rahasia ini."

Amora: " Kenapa hanya Kami?

GPA LAMP tidak memberikan jawaban apapun atas pertanyaan Amora. Mengenai hal yang dianggap rahasia, anak kecil tidak boleh ada yang tau.

Tapi, dengan semua kelebihannya, tidak sulit menebak- nebak dan mendeskripsikan gambar pada relief itu. Bakat alami berupa seni arkeologi sudah ada di dirinya. Jadi tidak heran jika Amora mempertanyakan mengenai apa yang dilihatnya. Dan mungkin ini merupakan tugas untuk mereka berdua nanti. Siapa yang tau?

*
Ada banyak pertanyaan yang sulit dijawab. Seperti, dimana kunci motorku? Atau pertanyaan serupa itu. Tapi, apa pertanyaan itu penting untuk ditanyakan, barangkali jawabanya ada dalam saku celana pendekmu. Dan barangkali siapapun sedang bingung membalik halaman, tanyakan pada jari_ jarimu, "maukah kau membalikkannya untukku?"

Sunday, 7 December 2014

Ikatan

Bercerita ataupun berbagi cerita kadang menjadi hal yang mustahil ketika siapapun memutuskan untuk tidak lagi berhubungan. Ada banyak alasan yang biasanya dijadikan batasan untuk tidak lagi menyapa. Dalam sedih, dalam senang, atau dalamnya saku celana training milik pegawai kantoran. Dan dalam waktu yang tak bisa dijumlah, dikali, atau dibagi dengan tetangga sebelah, siapapun bisa kembali saling mengingat dan kangen. Dan ketika itu terjadi, akan ada banyak ekspresi yang muncul. Sebal karena usaha untuk melupakan akhirnya batal hanya karena satu pesan sialan. Tertawa karena akhirnya ada yang kalah. Bangga karena itu bukan dia.

Tapi berhentilah berlangganan dengan standart yang itu- itu saja. Ini bukan tentang siapa yang kalah, siapa yang menang, atau siapa yang menjadi donatur tetap. Ini hanya tentang bagaimana mengambil keputusan. Itu saja sudah cukup.

Lusa, siapapun pernah menjadi cerewet, pendiam dan penuh tanda tanya. Pernyataan selalu ada langkah kedua yang penuh keyakinan akhirnya bisa terwujudkan dalam parodi ringan seusai jamuan makan malam. Bercanda, saling bertanya kabar dan banyak bicara. Sebuah sikap antusias tentunya diperlukan dalam hal itu, dan secara bergantian seperti permainan kelereng.

#
Hup
Setelah melewati jeda istirahat yang cukup membuat siapapun tersentak kaget, para peserta kudeta terbuka kini sudah mulai bersiap menjajaki tempat baru mereka. LOG SUN. Tempat dimana tak ada rute siang disana. Gelap, gelap dan gelap. Siapapun boleh meminjam lilin, obor, atau gengganman tangan dari pasangan untuk membantu menemukan jalan. Karena peraturan kali ini mewajibkan peserta untuk saling berpasangan. Ini seperti bernostalgia dengan sesuatu yang bahkan belum pernah terjadi. Tentang berpasangan, siapapun tidak boleh bebas memilih. Ini bukan seperti dalam acara pemilhan ketua osis disekolahmu, atau saat pesta demokrasi sedang asyik digelar di negaramu yang akan memberikan kebebasan untuk memilih. Karena ini sudah ditetapkan, maka tidak ada lagi kata protes dari jaksa penuntut.

###

Log sun
Bercerita mungkin akan menjadi kebiasaan. Seperti jari- jemari yang berusaha mengaitkan kancing baju yang rutin dilakukan setiap hari selain hari libur. Atau ketika dijam- jam tertentu, tanda sadar memeriksa handphone barangkali ada pesan dari saudara si pacar. Tapi menebak apa- apa yang sedang terjadi bukanlah hal yang ideal. Dan langsung mempersilakan siapapun melihat mungkin itu sebuah pilihan.


#
Dari sisi Rubik Diora dan Amora.





Thursday, 4 December 2014

PERSONA 3

Dengan ini saya beritahukan bahwa cerita saya tentang KUDETA TERBUKA akan saya ganti dengan judul PERSONA 3( sudut pandang orang ketiga yang sok tau). Sekian terimakasih.